Minggu, 23 Juni 2013

Proposal Praktikum


PROPOSAL PRAKTIKUM
BAHAN TAMBAHAN DAN TOKSIKOLOGI

PEMBUATAN MIE HIJAU DARI SAWI DAN BAYAM






Oleh :

Tri Ida Mulyani                      101040200009
Masashoumy Pasparingi        101040200012



JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2013



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
             Jika orang sibuk dengan pekerjaannya, tak ada waktu banyak untuk memasak pastilah beralih dengan mengkonsumsi makanan instan. Warung makan mungkin salah satu pilihannya. Namun untuk yang memiliki kantong tipis akan memilih mie instan yang harganya terjangkau. Mie adalah makanan yang berbentuk panjang, terbuat dari tepung terigu, telur, STPP / air khi, dan bahan tambahan lainnya. Banyak pendapat bahwa mie mengandung formalin. Karena pernyataan tersebut maka banyak orang yang memasak mie dengan merebusnya terlebih dahulu, dibuang airnya lalu barulah diberi air lagi dan dimasak kembali. Jika kita ragu akan hal tersebut, maka pilihan tepat adalah kita harus membuat mie sendiri.
             Dewasa ini bermunculan mie dengan aneka macam warna. Mie hijau yang disinyalir dibuat dari sayur sawi, mie orange dari wortel, mie merah dari bit dan mie hitam dari cumi dan cairannya yang hitam pekat. Mie hijau sangatlah populer, bahkan banyak yang membuka praktek pembuatan sendiri. Tetapi mie hijau biasanya hanya terbuat dari sawi saja. Padahal sayur bayam juga tak kalah menarik untuk dijadikan mie hijau.  Untuk itu praktikum kali ini akan membuat mie hijau dari sayur sawi dan bayam serta mengamati perbedaannya.


B.    Tujuan
            Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah  agar mahasiswa mengetahui tentang pembuatan mie hijau dari daun sawi dan bayam sekaligus dapat mengetahui perbedaan organoleptiknya.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.  
            Mi adalah nama generik. Orang Eropa menyebut pasta (dari bahasa Italia) secara generik, dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta yang berbentuk memanjang. Namun begitu, di Eropa bahan baku mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan mi terjadi karena campuran bahan, asal-usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan. Berikut ini adalah jenis-jenis mi (dan makanan dari mi) yang cukup dikenal.
            Mi merupakan makanan jajanan favorit yang digemari keluarga Indonesia. Warga Cina yang membawa resep Mi ke Indonesia, meninggalkan jejak kuliner jenis Mi dan beragam variasi olahan. Di antaranya Mi Kuning, Kuetiau, dan Lo mie. Masyarakat modern membuat mi sehat dengan memanfaatkan pewarna alami dari berbagai macam sayuran seperti sawi atau bayam untuk mendapatkan warna hijau, bit agar mi menjadi bewarna merah, oranye dari wortel, dan lain sebagainya. Selain menggunakan sari sayuran, juga  memanfaatkan  tinta cumi untuk warna hitam.
            Dengan mengkonsumsi sawi hijau minimal ada 9 jenis vitamin, 7 mineral dan serat yang akan kita peroleh. Sawi hijau dikenal mengandung Vit. A &C. disamping berlimpah vit. B kompleks yang penting seperti folat, niacin, tiamin, riboflavin, piridoksin (vit. B6), asam pantotenat. Kelompok vit. B kompleks ini membantu tubuh daalam mensintesis enzim, menyehatkan sistem syaraf dan pengaturan metabolisme tubuh. Niacin adalah bagian dari nicotiamid co enzim, membantu menurunkan kolesterol dan kadar trigliserida. Sawi pun kaya dengan sumber mineral penting bagi kesehatan, seperti kalsium, mangan, copper, besi, selenium & zinc. Beragam kandungan tersebut membuat sawi hijau cukup jagoan bila dihadapkan dengan penyakit kanker, hipertensi, dan jantung. Demikian pula bermanfaat membantu kesehatan system pencernaan, serta menghindarkan ibu hamil dari anemia. Mie sayur warna hijau dari bayam, juga mengandung vitamin A, B, C dan K, kalium serta fosfor. Bayam juga memiliki kandungan betakaroten yang baik bagi kesehatan mata.
            Dengan kombinasi mie yang terbuat dari tepung terigu yang kaya akan karbohidrat dan daun sawi dan bayam yang kaya mineral dan vitaminnya maka kita dapat memperolehnya sekaligus dengan mengkonsumsi mie hijau.





BAB III
METODE KEGIATAN


A.    Lokasi Penelitian
            Laboratorium Pengembangan Produk Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).

B.    Waktu kegiatan
            Hari/ tanggal   : Selasa,  11 Juni 2013
            Pukul               : 09.00-14.00 WIB

C.    Bahan dan Alat
            Bahan yang digunakan untuk pembuatan mie hijau ini adalah tepung terigu protein tinggi (merk CAKRA), daun sawi, daun bayam, kuning telur, garam dan STPP. Sedangkan untuk alat yang diperlukan dalam pembuatan mie adalah mangkuk, sendok, baskom, blender, nampan, mesin penggiling dan pencetak mie, panci, pengaduk, saringan dan kompor.

D.    Prosedur Pelaksanaan
            Proses pembuatan mie sayur sawi dan bayam
1.     Persiapan bahan
Persiapan bahan meliputi :
a.      penimbangan tepung @300 gr
b.     memblender daun sawi dan daun bayam yang telah dibuang tulang dan batangnya dengan penambahan air @200 ml
c.      memisahkan kuning dari putih telur @1 butir kuning telur
d.     garam @1/2 sendok teh
e.      STPP @0,1 % = 1 gr
2.     Pencampuran tepung dan garam
3.     Penambahan bahan lain sambil diuleni sampai kalis
4.     Menggilas adonan dan mencetak
Menggilas adonan pada mesin penggiling mie dilakukan 2 kali dengan ukuran menurut selera sampai adonan elastis dan halus. Pencetakan adonan dilakukan dengan bentuk sesuai sesuai selera, tetapi pembuatan ini menggunakan bentuk cetakan mie pipih/mie pangsit. Pada saat menggilas dan mencetak adonan, taburi tepung agar tidak lengket.
5.     Perebusan
Perebusan dilakukan dengan mencampurkan air 500 ml dan minyak goreng sebanyak 2 sendok makan, agar pada saat mie direbus tidak saling menyatu.

E.     Parameter yang diamati
            Parameter yang diamati pada mie sawi dan bayam ini yaitu membandingkan berdasarkan organoleptiknya yang meliputi warna, tekstur, bau / aroma dan rasa.
Untuk perbandingan warna, tekstur, dan aroma dilakukan pada saat mie sebelum dan sesudah direbus. Sedangkan pengujian rasa dilakukan setelah mie direbus (mie telah matang)

F.     Rincian biaya
Rincian biaya yang digunakan dalam pembuatan mie hijau adalah sebagai berikut :

Bahan
Jumlah
Harga / satuan
Jumlah Harga
Tepung Terigu protein tinggi (merk CAKRA KEMBAR)
1 Kg
Rp 7.200,00
Rp  7.200,00
Daun Bayam
2 ikat
Rp  1.000,00
Rp  2.000,00
Daun Sawi
2 ikat
Rp  1.000,00
Rp  2.000,00
Garam
1 bks
Rp  1.500,00
Rp  1.500,00
Telur
2 butir
Rp 19.000,00/kg
Rp  2.200.00
STPP
¼ ons
Rp  5.000,00/1 ons
Rp  1.250,00
Minyak Goreng
¼ liter
Rp 10.000,00
Rp  2.500,00
TOTAL
Rp  18.650,00