PROPOSAL
PRAKTIKUM
BAHAN TAMBAHAN
DAN TOKSIKOLOGI
PEMBUATAN MIE
HIJAU DARI SAWI DAN BAYAM
Oleh :
Tri Ida Mulyani 101040200009
Masashoumy
Pasparingi 101040200012
JURUSAN
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Jika orang sibuk
dengan pekerjaannya, tak ada waktu banyak untuk memasak pastilah beralih dengan
mengkonsumsi makanan instan. Warung makan mungkin salah satu pilihannya. Namun
untuk yang memiliki kantong tipis akan memilih mie instan yang harganya
terjangkau. Mie adalah makanan yang berbentuk panjang, terbuat dari tepung
terigu, telur, STPP / air khi, dan bahan tambahan lainnya. Banyak pendapat
bahwa mie mengandung formalin. Karena pernyataan tersebut maka banyak orang
yang memasak mie dengan merebusnya terlebih dahulu, dibuang airnya lalu barulah
diberi air lagi dan dimasak kembali. Jika kita ragu akan hal tersebut, maka
pilihan tepat adalah kita harus membuat mie sendiri.
Dewasa ini bermunculan mie dengan
aneka macam warna. Mie hijau yang disinyalir dibuat dari sayur sawi, mie orange
dari wortel, mie merah dari bit dan mie hitam dari cumi dan cairannya yang
hitam pekat. Mie hijau sangatlah populer, bahkan banyak yang membuka praktek
pembuatan sendiri. Tetapi mie hijau biasanya hanya terbuat dari sawi saja.
Padahal sayur bayam juga tak kalah menarik untuk dijadikan mie hijau. Untuk itu praktikum kali ini akan membuat mie
hijau dari sayur sawi dan bayam serta mengamati perbedaannya.
B.
Tujuan
Adapun
tujuan dilakukannya praktikum ini adalah
agar mahasiswa mengetahui tentang pembuatan mie hijau dari daun sawi dan
bayam sekaligus dapat mengetahui perbedaan organoleptiknya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air
mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali
dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua
mengenai mi berasal dari Dinasti Han
Timur, antara tahun 25 dan 220
Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun
ditemukan di Qinghai, Tiongkok.
Mi adalah nama generik. Orang Eropa menyebut pasta (dari bahasa Italia) secara generik, dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta yang berbentuk memanjang. Namun begitu, di Eropa bahan baku
mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu
berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat.
Perbedaan mi terjadi karena campuran bahan, asal-usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan. Berikut ini adalah
jenis-jenis mi (dan makanan dari mi) yang cukup dikenal.
- Bihun -- mi asal Tiongkok, dibuat dari bahan baku tepung beras
- Dangmyeon -- mi Korea, dari tepung ubi jalar
- Fettuccine -- mi asal Italia, mirip spageti, pipih dan lebih halus daripada linguine
- Ifu mie -- mi asal Tiongkok, tepung terigu (gandum)
- Kwetiau -- mi asal Tiongkok, tepung beras
- Linguine -- mi asal Italia mirip spageti, pipih dan lebih halus
- Makaroni -- mi asal Italia, dipotong pendek-pendek, melengkung dan berlubang di tengahnya
- Memil guksu -- mi Korea, dari buckwheat, sama dengan soba
- Mi Cina -- mi asal Tiongkok, tepung terigu
- Misoa -- mi asal Tiongkok, terbuat dari tepung terigu
- Mi instan
- Mi sagu, tepung sagu
- Olchaengi guksu -- mi Korea dari tepung jagung, berasal dari provinsi Gangwon-do di Korea Selatan
- Ramen -- mi kuah dari Jepang
- Reshteh -- mi telur segar asal Timur Tengah
- Soba -- mi kecoklatan dari Jepang, dari tepung buckwheat
- Somyeon - mi Korea dari tepung gandum yang sangat tipis, mirip dengan sōmen
- Soun -- mi asal Tiongkok, dari tepung kacang hijau
- Spageti -- mi asal Italia
- Spätzle -- mi asal selatan Jerman dengan kuning telur
- Udon -- mi asal Jepang, tepung terigu
- Wai Wai -- mi asal India
- Bakmi Pundong/mie jawa -- mi asal jawa, Indonesia, dari tepung ketela pohon
- Chūka men (中華麺): Versi Jepang dari "mi China", digunakan untuk kata ramen, chanpon, dan yakisoba
- Lamian (拉麵): Mi China yang dalam pembuatannya dilakukan dengan menarik mi dengan tangan
- Mee pok (麪薄): Mi China berwarna kuning, populer di Asia Tenggara
- Nokedli: Mi Hungaria
- Pasta: Setidaknya 350 varian digunakan pada kuliner Italia
- Sōmen (そうめん): Mi Jepang yang sangat tipis
- Spätzle: Mi yang berasar dari Swabia, Jerman yang terbuat dari tepung dan telur
- Udon (うどん): Mi Jepang yang tebal
- Erişte: mi Turki berwarna kuning atau kemerahan
Mi
merupakan makanan jajanan favorit yang digemari keluarga Indonesia. Warga Cina
yang membawa resep Mi ke Indonesia, meninggalkan jejak kuliner jenis Mi dan
beragam variasi olahan. Di antaranya Mi Kuning, Kuetiau, dan Lo mie. Masyarakat
modern membuat mi sehat dengan memanfaatkan pewarna alami dari berbagai macam
sayuran seperti sawi atau bayam untuk mendapatkan warna hijau, bit agar mi
menjadi bewarna merah, oranye dari wortel, dan lain sebagainya. Selain
menggunakan sari sayuran, juga memanfaatkan tinta cumi untuk warna
hitam.
Dengan
mengkonsumsi sawi hijau minimal ada 9 jenis vitamin, 7 mineral dan serat yang
akan kita peroleh. Sawi hijau dikenal mengandung Vit. A &C. disamping
berlimpah vit. B kompleks yang penting seperti folat, niacin, tiamin,
riboflavin, piridoksin (vit. B6), asam pantotenat. Kelompok vit. B kompleks ini
membantu tubuh daalam mensintesis enzim, menyehatkan sistem syaraf dan
pengaturan metabolisme tubuh. Niacin adalah bagian dari nicotiamid co enzim,
membantu menurunkan kolesterol dan kadar trigliserida. Sawi pun kaya dengan
sumber mineral penting bagi kesehatan, seperti kalsium, mangan, copper, besi,
selenium & zinc. Beragam kandungan tersebut membuat sawi hijau cukup jagoan
bila dihadapkan dengan penyakit kanker, hipertensi, dan jantung. Demikian pula
bermanfaat membantu kesehatan system pencernaan, serta menghindarkan ibu hamil
dari anemia. Mie sayur warna hijau dari bayam, juga mengandung vitamin A, B, C
dan K, kalium serta fosfor. Bayam juga memiliki kandungan betakaroten yang baik
bagi kesehatan mata.
Dengan
kombinasi mie yang terbuat dari tepung terigu yang kaya akan karbohidrat dan
daun sawi dan bayam yang kaya mineral dan vitaminnya maka kita dapat
memperolehnya sekaligus dengan mengkonsumsi mie hijau.
BAB III
METODE KEGIATAN
A.
Lokasi
Penelitian
Laboratorium
Pengembangan Produk Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).
B.
Waktu kegiatan
Hari/
tanggal : Selasa, 11 Juni 2013
Pukul : 09.00-14.00 WIB
C.
Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan untuk pembuatan mie hijau ini adalah tepung terigu protein
tinggi (merk CAKRA), daun sawi, daun bayam, kuning telur, garam dan STPP.
Sedangkan untuk alat yang diperlukan dalam pembuatan mie adalah mangkuk,
sendok, baskom, blender, nampan, mesin penggiling dan pencetak mie, panci,
pengaduk, saringan dan kompor.
D.
Prosedur
Pelaksanaan
Proses pembuatan mie
sayur sawi dan bayam
1. Persiapan bahan
Persiapan bahan
meliputi :
a.
penimbangan tepung @300 gr
b.
memblender daun sawi dan daun bayam yang telah
dibuang tulang dan batangnya dengan penambahan air @200 ml
c.
memisahkan kuning dari putih telur @1 butir
kuning telur
d.
garam @1/2 sendok teh
e.
STPP @0,1 % = 1 gr
2. Pencampuran tepung dan garam
3. Penambahan bahan lain sambil diuleni sampai kalis
4.
Menggilas
adonan dan mencetak
Menggilas
adonan pada mesin penggiling mie dilakukan 2 kali dengan ukuran menurut selera
sampai adonan elastis dan halus. Pencetakan adonan dilakukan dengan bentuk
sesuai sesuai selera, tetapi pembuatan ini menggunakan bentuk cetakan mie
pipih/mie pangsit. Pada saat menggilas dan mencetak adonan, taburi tepung agar
tidak lengket.
5. Perebusan
Perebusan
dilakukan dengan mencampurkan air 500 ml dan minyak goreng sebanyak 2 sendok
makan, agar pada saat mie direbus tidak saling menyatu.
E.
Parameter yang
diamati
Parameter
yang diamati pada mie sawi dan bayam ini yaitu membandingkan berdasarkan
organoleptiknya yang meliputi warna, tekstur, bau / aroma dan rasa.
Untuk perbandingan warna, tekstur, dan aroma
dilakukan pada saat mie sebelum dan sesudah direbus. Sedangkan pengujian rasa
dilakukan setelah mie direbus (mie telah matang)
F.
Rincian biaya
Rincian biaya
yang digunakan dalam pembuatan mie hijau adalah sebagai berikut :
Bahan
|
Jumlah
|
Harga / satuan
|
Jumlah Harga
|
Tepung Terigu
protein tinggi (merk CAKRA KEMBAR)
|
1 Kg
|
Rp 7.200,00
|
Rp 7.200,00
|
Daun Bayam
|
2 ikat
|
Rp 1.000,00
|
Rp 2.000,00
|
Daun Sawi
|
2 ikat
|
Rp 1.000,00
|
Rp 2.000,00
|
Garam
|
1 bks
|
Rp 1.500,00
|
Rp 1.500,00
|
Telur
|
2 butir
|
Rp 19.000,00/kg
|
Rp 2.200.00
|
STPP
|
¼ ons
|
Rp 5.000,00/1 ons
|
Rp 1.250,00
|
Minyak Goreng
|
¼ liter
|
Rp 10.000,00
|
Rp 2.500,00
|
TOTAL
|
Rp 18.650,00
|
||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar